Glitter ramah lingkungan ini mendapatkan warnanya dari tanaman, bukan plastik

Prize khusus Data SGP 2020 – 2021.

Semua yang berkilau itu tidak hijau. Pigmen glitter dan shimmery sering dibuat menggunakan senyawa beracun atau mikroplastik polusi (SN: 15/4/19). Itu membuat barang-barang berkilau, yang terkenal sulit dibersihkan di rumah, juga menjadi momok bagi lingkungan.

Alternatif baru, tidak beracun, dan dapat terurai secara hayati dapat mengubahnya. Dalam bahannya, selulosa — blok bangunan utama dinding sel tanaman — menciptakan pola skala nano yang memunculkan warna struktural yang cerah (SN: 28/9/21). Bahan tersebut dapat digunakan untuk membuat kilau ramah lingkungan dan pigmen mengkilap untuk cat, kosmetik atau kemasan, para peneliti melaporkan 11 November di Bahan Alam.

Inspirasi untuk memanfaatkan selulosa berasal dari tanaman Afrika Pollia condensata, yang menghasilkan buah berwarna biru cerah yang disebut beri marmer. Pola kecil serat selulosa di dinding sel buah beri memantulkan panjang gelombang cahaya tertentu untuk menciptakan warna khas. “Saya pikir, jika tanaman bisa membuatnya, kita harus bisa membuatnya,” kata ahli kimia Silvia Vignolini dari University of Cambridge.

Vignolini dan rekannya membuat campuran berair yang mengandung serat selulosa dan menuangkannya ke plastik. Saat cairan mengering menjadi film, serat seperti batang mengendap menjadi struktur heliks yang menyerupai tangga spiral. Faktor penyesuaian seperti kecuraman tangga tersebut mengubah panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh susunan selulosa, dan oleh karena itu warna film.

Itu memungkinkan para peneliti, seperti karakter dongeng yang memintal jerami menjadi emas, untuk mengubah bubur nabati yang jernih menjadi pita berkilauan sepanjang satu meter dalam pelangi warna. Petak-petak ini kemudian bisa dikupas dari platform plastiknya dan digiling untuk membuat kilau.

tangan memegang pita selulosa yang berkilauan
Pita berkilau ini berisi susunan kecil selulosa ramah lingkungan yang memantulkan cahaya dengan cara tertentu untuk memberi warna pada bahan.Benjamin Drouguet

“Anda dapat menggunakan semua jenis selulosa,” kata Vignolini. Timnya menggunakan selulosa dari pulp kayu, tetapi bisa menggunakan kulit buah atau serat kapas yang tersisa dari produksi tekstil.

Para peneliti perlu menguji dampak lingkungan dari glitter bermodel baru mereka. Namun Vignolini optimis bahan-bahan yang menggunakan bahan-bahan alami tersebut memiliki masa depan yang cerah.

Related posts